Entah kenapa kini aku lebih mencintai malam. .
Bahkan rela memusuhi pagi yang datang mengusir malamku. .
Malam datang untukku Tidak seperti siang yang diterangi mentari. . Hanya peduli pada orang yang tertawa Tak seperti malam yang sendiri. .
Tak heran ego wanita membencinya Ketika mentari jadi milik semua orang. . Aku si pemuja malam yang menebar sepi mengusir kesendirianku. .
Akulah si pemuja malam Ketika ia menghangatkan hatiku yang dingin. .
Dan akulah si pemuja malam Ketika ia membasuh lukaku dengan lembut sinarnya. .
Aku selalu menunggunya Berjanji menjadi bintang malamnya. .
Bintang yang selalu ada ketika langit tanpa bulan Bintang yang menunggu malam sampai terlelap Hingga hari jadi pagi. . .
Bintang yang meredup bersamanya Saat bumi terlahir kembali. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar